"Woi, boikot apa malas datang? Kalau lo (Poempida) boikot, kenapa fraksi lo tanda tangan absen? Ada tiga kok dari fraksi Golkar yang tanda tangan," ungkap Noriyu saat dihubungi detikcom, Selasa (11/2/2014) malam.
Sebelumnya rapat Komisi IX dengan agenda pembahasan RUU Kesehatan Jiwa hanya dihadiri tiga anggota. Rapat itu dipimpin oleh Noriyu dan Wakil Ketua lainnya Soepriyatno.
"Hati-hati kalau bicara soal boikot itu punishment buat gue, nanti balik ke diri lo sendiri gimana? Kita ini di Komisi IX itu kebersamaan, sama-sama bikin undang-undang. Toh RUU ini kan sudah lama dibahasnya. Kenapa baru sekarang bilang boikot?" lanjut Noriyu.
Menurut Noriyu pembuatan undang-undang menggunakan anggaran dengan uang rakyat. Jika pembuatannya terhenti karena aksi boikot sama halnya dengan sikap tidak amanah.
"Poempida panja aja bukan, kenapa bilang-bilang mau boikot?" sebut Noriyu.
Sementara itu Poempida menyebut kedua pimpinan yang diboikot karena mementingkan kepentingan pribadi. Ada beberapa hal yang dipersulit sehingga tidak berjalan dengan lancar.
"Ada beberapa pimpinan yang suka mempersulit, kecuali mereka punya interest terhadap masalah tertentu, baru mereka laksanakan," kata anggota Komisi IX Poempida Hidayatullah tanpa mau menyebut dua pimpinan yang dimaksud di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).
(bpn/fdn)











































