Kenangan Terakhir Ayahanda dr Friska, Korban Keracunan Genset di Klinik

Dokter dan 4 Pegawai Tewas

Kenangan Terakhir Ayahanda dr Friska, Korban Keracunan Genset di Klinik

- detikNews
Selasa, 11 Feb 2014 19:46 WIB
Kenangan Terakhir Ayahanda dr Friska, Korban Keracunan Genset di Klinik
Jakarta - Pangihutan Gultom masih tak habis pikir, dr Friska putri kesayangannya harus pergi untuk selamanya dalam peristiwa keracunan gas genset di sebuah klinik di bekasi Timur. Dalam kesehariannya, dokter muda yang baru saja menerima gelar dokternya pada 2012 lalu tersebut dikenal sebagai anak yang ceria dan perhatian dengan keluarga.

"Anaknya ceria, baik, manja, jujur, dan saling pengertian termasuk kepada keluarganya," ujarnya saat ditemui detikcom di rumah duka, Jalan Cempedak 5 komplek Jatimulya, Bekasi Timur, Selasa (11/2/2014).

Selain mengenang karakternya, Pangihutan juga menuturkan, saat kejadian anaknya sedang menggantikan temannya sesama dokter yang tak bisa jaga di klinik tersebut.

"Saat kejadian, rekannya sesama dokter tak bisa jaga, dia yang menggantikan, anaknya memang punya jiwa sosial yang tinggi," tuturnya sendu.

dr Friska baru saja menyelesaikan studi pengabdiannya sebagai dokter muda di Kalimantan. Kembali ke ibukota pada November 2013, wanita kelahiran 20 November 1987 tersebut lalu bekerja freelance sebagai dokter di klinik itu. "Padahal dia punya rencana untuk ambil S2, PTT, tapi harus berhenti disini," ucap Pangihutan.

Malam sebelum kejadian, Pangihutan mengaku gelisah, namun tidak mendapatkan firasat apa-apa mengenai keadaan putrinya. "Tadi malam saat mati lampu, sangat gelisah, lalu saya tidur di mobil, jam 4 masuk lagi ke rumah tapi tidak ada firasat. Saya telat bangun pukul 08.30 WIB dan tidak masuk kerja, ternyata saya dapat kabar ini," ujarnya.

Walaupun begitu, atas peristiwa ini Pangihutan dan keluarga besarnya mengaku pasrah. Namun dirinya masih berharap ada pihak yang dapat menjelaskan peristiwa yang terjadi saat itu. "Semua ini kehendak Tuhan, namun menurut saya (kejadiannya) tidak sewajarnya, siapa yang melakukan itu saya harap memberi penjelasannya," paparnya.

"Pihak klinik, sudah datang dan niat mereka cukup baik. Apapun yang akan kita lakukan anak saya tidak akan hidup lagi, ini harap dijadikan pembelajaran di kemudian hari," pungkasnya.

Keracunan gas buang genset di Klinik Sapta Mitra Bekasi membuat dr Friska dan 4 pegawai klinik 24 jam itu tewas. Sementara 4 orang lainnya masih dirawat di RS Mitra Bekasi Timur.

(rni/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads