Dengan jalan tertatih, pria berjaket jeans itu mendatangi sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Ia menuturkan peristiwa yang menimpanya terjadi hari Senin (10/2) dini hari kemarin.
"Saya lagi duduk di dekat Kretek Wesi di Gunung Pati. Tiba-tiba ada mobil Toyota Avanza hitam datang," kata Parjono di Mapolrestabes Semarang, Selasa (11/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orangnya mabuk, saya dimintai uang terus langsung dipukuli. Dia mengancam aka membunuh saya," tandasnya.
Tidak hanya itu, pria bertato tersebut masuk kedalam mobil untuk mengambil benda mirip pistol dan clurit. Parjono kemudian kembali dihajar bahkan kakinya disabet dengan celurit. Ia tidak berani kabur karena moncong pistol tepat mengarah kepadanya.
"Pistolnya sudah dikokang bunyi 'krek-krek'. Saya takut tidak berani kabur," ujarnya.
Tidak lama berselang, datang laki-laki dan perempuan yang berboncengan motor menghampirinya. Kemudian laki-laki itu memboncengkannya dan perempuan itu membawa motor korban. Parjono dibawa menggunakan motor menyusuri jalan, namun di tengah jalan mereka bertemu anggota polisi.
"Saya disuruh lari sama polisi itu pakai motornya," kata Parjono. Hingga saat ini Parjono masih dimintai keterangan di Mapolrestabes Semarang.
(alg/ndr)











































