"Saya disuruh pakai voorijder karena macet, saya bilang kalau macet ya saya benahi itu sudah risiko pemimpin. Pemimpin itu kalau mati ya matilah jadi pemimpin," kata Risma saat berkunjung ke Gedung Trans TV di Jl. Kapten Piere Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2014).
Risma lantas bicara soal tawaran dikawal pengawal pribadi dari kepolisian. Pengawal pribadi tersebut tidak berseragam alias sembunyi-sembunyi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risma pun memilih tak menggunakan walpri itu. Dia mempercayakan dikawal warga biasa bukan dari kepolisian.
"Itu kan uang nggak kelihatan," katanya.
(van/mad)











































