Ini Alasan Banyak Caleg Kampanye dengan Baliho dan Spanduk

- detikNews
Selasa, 11 Feb 2014 17:10 WIB
Jakarta - Pemilu legislatif selalu diwarnai dengan maraknya beragam atribut kampanye milik caleg. Alat peraga baliho dan spanduk paling digemari para caleg.

"Kampanye yang paling mungkin adalah lewat alat peraga yang bisa dilihat semua orang yaitu atribut media-media di luar ruangan. Baliho sampai hari ini jadi alat memperkenalkan diri paling mungkin, karena kalau caleg iklan di media TV rasanya berat," kata politisi Demokrat Saan Mustopa dalam diskusi 'dana kampanye' di kantor KPU Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2014).

Menurut Saan, kampanye dengan baliho atau spanduk itulah yang paling efektif dan efeisien. Ada memang model kampanye lain yang bisa meningkatkan elektabilitas yaitu blusukan, tapi tidak efektif.

"Caleg blusukan atau tatap muka penting, tapi sejauh mana jangkauannya. Ada 1 daerah pemilihan itu 1 Provinsi di Kalimantan Timur," ujarnya.

"Contoh, dapil saya ada 3 kabupaten, 70 kecamatan dan hampir 100 desa. Kalau 1 hari 1 desa maka perlu 700 hari, nggak mungkin blusukan semua apalagi hanya menggunakan ahir pekan. Bagaimana bisa dikenal?" imbuh caleg Dapil Jawa Barat VII itu.

Tak hanya itu, Saan mengatakan efektifitas atribut kampanye dengan baliho juga dilandaskan pada hasil survei. "Tiap survei itu responden ditanya media apa yang efektif untuk kampanye, pertama yaitu baliho, spanduk, kaos. Tapi yang mungkin menaikkan elektabilitas tatap muka istilahnya blusukan," tuturnya.

Namun, Saan tak setuju jika baliho atau spanduk yang ditempel di pohon-pohon atau tempat yang merusak. "Kalau pohon saya nggak setuju, saya bilang jangan," kata anggota Komisi V DPR itu.



(bal/aan)