PT KAI menyatakan tak ada kebijakan pemakuan jendela di KRL. "Tidak ada kebijakan soal pemakuan tersebut. Kita tidak melakukan pemakuan tersebut," kata Kahumas PT KAI Daops I Agus Komaruddin kepada detikcom, Selasa (11/2/2014).
Agus justru menduga penumpang di kereta tersebut tak bisa membuka jendela kereta. Sebab jendela KRL seharusnya bisa dibuka kalau AC mati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pengguna Commuter Line dari Bekasi, Arana, mengungkapkan kaca jendela kereta tidak bisa dibuka karena dipaku tadi.
"PT KAI parah banget. Saya naik dari Bekasi yang jam 06.15, berhenti di Cipinang mungkin setengah jam. AC mati, penumpang penuh, tapi jendela malah dipaku. Hampir semua dipaku dan banyak penumpang ngamuk. Banyak yang lemas juga. Ini kan bahaya sekali," katanya.
Ketika tahu jendela dipaku, mereka tak kehilangan akal untuk menggedor-gedor pintu dan jendela agar orang di luar menyampaikan pada masinis kondisi yang terjadi dalam gerbong.
Setelah agak lama, satu jendela akhirnya bisa terbuka dengan usaha yang cukup keras. Para penumpang berteriak meminta tolong agar pintu maupun jendela lain bisa terbuka
"Kami sudah pencet alarm juga, tapi petugas KAI parah banget, enggak peka. Itu jendela bisa kebuka juga setelah digedor bapak-bapak dan pakunya jatuh. Jadi, yang kebuka cuma satu jendela," ujar Arana.
(nal/nrl)











































