Nama Popy disebut ketika Meris dan Ardi membahas pertemuan untuk menindaklanjuti permohonan formulasi harga gas.
"Hari Rabu ya Meris, ketemu bapak, Pak Popy di Pantai Indah ya sekalian kita buka bersama, sekalian golf," kata Ardi dalam percakapan yang rekamannya diputar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (11/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam percakapan itu, Meris juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Popy. "Saya bilangin Pak Popy hari Rabu tolong dibawa drafnya," paparnya.
"Rabu Pak Popy bawa draf surat dari SKK, tapi Meris juga bawa draf surat...(percakapan tidak terdengar jelas, red) supaya Pak Popy bisa dapat dukungan," lanjut Meris.
Selain itu Jaksa KPK juga memutar percakapan singkat antara Meris dengan Popy. "Iya Pak Popy, kami sudah di depan kantor bapak. Turun ya pak, terima kasih bapak," kata Meris.
Lagi- lagi Meris membantah suara perempuan yang ada dalam rekaman adalah dirinya.
Soal percakapan ini termasuk identitas Popy yang disebut, majelis hakim ataupun jaksa tidak mengoreknya. Namun KPK dan pengadilan pernah memanggil saksi bernama Popy Nafis dari SKK Migas.
(fdn/rmd)










































