"Bagi anggota incumbent ketika terpilih sebenarnya sudah punya kewajiban fungsi representasi dengan datang ke dapil, setahun 4 kali reses dan 6 kali kunjungan dapil. Artinya ada 10 waktu dalam setahun diharuskan datang ke dapil dan itu dibiayai (negara)," kata anggota fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa.
Hal itu disampaikan dalam diskusi tentang dana kampanye di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2014).
Menurut Saan, ketika anggota DPR turun ke daerah pemilihan, maka selain menjalankan fungsi representasi juga untuk memelihara konstituen untuk Pemilu mendatang.
"Jadi bagi anggota DPR itu bagian yang otomatis, meski di dapil tidak bisa dikatakan tidak kampanye. Itu yang membuat anggota DPR tidak ada batasan kampanye," ujar anggota komisi V itu.
Karenanya menurut Saan, kemungkinan caleg incumbent untuk menang lebih besar dibanding caleg pendatang. Meski sebetulnya caleg incumbent sambil menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR.
"Kalau incumbent nggak terpilih dengan dibiayai negara 10 kali (reses) rasanya kurang pas, apalagi kalah oleh pendatang baru," ucap Saan.
(bal/van)











































