"Tiap hari ke rumah (Saodah-red), terus saya ngasih tahu. Kamu harus sabar, sudah tenang saja berdoa. Karena ulah suaminya sudah berulang-ulang kali. Saya hanya kasihan dengan Bu Saodah," jelas Hasun di Mapolres Jakut, Jl Yos Sudarso, Selasa (11/2/2014).
Sedang menurut Panidi, dia mau membantu ikut membunuh karena diajak Hasun. Panidi mengaku memiliki utang budi kepada Hasun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Panidi mengaku baru kali ini melakukan order profesi pembunuh bayaran. "Baru kali ini, dapat total uang semua Rp 4 juta," jelas dia.
Eksekusi pada Mustain dilakukan pada Sabtu (25/1/2014) pukul 13.45 WIB di Jl Bengawan Solo RT. 020/01 Kel. Semper Barat Kec. Cilincing Jakut, rumah korban. Panidi memukul kepala dan rahang korban dengan kayu balok.
Setelah Mustain tewas dia lari ke Lampung kemudian ke Gresik, sebelum akhirnya ditangkap unit Jatanras Polres Jakut.
(fan/ndr)










































