Ini Alasan Para Pembunuh Bayaran Terima Order Eksekusi Mustain

Ini Alasan Para Pembunuh Bayaran Terima Order Eksekusi Mustain

Taufan Noor Ismailian - detikNews
Selasa, 11 Feb 2014 14:53 WIB
Jakarta - Panidi dan Hasun pembunuh bayaran yang mengeksekusi Mustain (43). Perintah membunuh datang dari istri Mustain, Saoda. Motif sakit hati Mustain menikah lagi menjadi alasan. Tapi kenapa Panidi dan Hasun mau saja disuruh membunuh?

"Tiap hari ke rumah (Saodah-red), terus saya ngasih tahu. Kamu harus sabar, sudah tenang saja berdoa. Karena ulah suaminya sudah berulang-ulang kali. Saya hanya kasihan dengan Bu Saodah," jelas Hasun di Mapolres Jakut, Jl Yos Sudarso, Selasa (11/2/2014).

Sedang menurut Panidi, dia mau membantu ikut membunuh karena diajak Hasun. Panidi mengaku memiliki utang budi kepada Hasun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena saya punya utang budi sama dia. Saya sering ditolong materi. Baru sekali membunuh orang, kalau mukul orang sering," jelas dia.

Panidi mengaku baru kali ini melakukan order profesi pembunuh bayaran. "Baru kali ini, dapat total uang semua Rp 4 juta," jelas dia.

Eksekusi pada Mustain dilakukan pada Sabtu (25/1/2014) pukul 13.45 WIB di Jl Bengawan Solo RT. 020/01 Kel. Semper Barat Kec. Cilincing Jakut, rumah korban. Panidi memukul kepala dan rahang korban dengan kayu balok.

Setelah Mustain tewas dia lari ke Lampung kemudian ke Gresik, sebelum akhirnya ditangkap unit Jatanras Polres Jakut.

(fan/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini