“Dari 2010 udah rusak parah. Soalnya dulu banyak truk proyek Hambalang yang lewat,” kata Najmudin saat ditemui detikcom.
Ketua RW 04 Kampung Hambalang itu sudah lebih dua kali mengajukan proposal ke pemerintah daerah untuk perbaikan jalan. Namun, belum pernah ada respon positif. Alasannya, proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional langsung diurus Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga RT 04 Kampung Hambalang, Encum menyebut sekitar seminggu tiga kali truk proyek masih sering bolak balik ke proyek Hambalang. Biasanya truk ini melintas sekitar pukul lima pagi dan menuju pintu pos satu.
Menurut Encum pada jam 5 pagi, kondisi jalan masih sepi dan warga belum banyak beraktivitas. Cara ini dilakukan menurutnya karena kalau lewat saat siang atau sore, tidak diperbolehkan dan sering ditegur warga.
Meski sering melihat, Encum mengaku tidak tahu apa yang dibawa truk tersebut. Begitu keluar dari pintu proyek, belakang muatan truk ditutupi kain terpal. Kejadian ini berulang kali dilihatnya.
“Pinter dia lewat subuh. Truk proyek yang gede itu. Itu kan kalau abis hujan, jalan jadi amblas,” sebut perempuan berusia sekitar 41 tahun itu.
Karena kondisi jalan semakin parah, akhirnya anak muda setempat terpaksa meminta bantuan kepada pengendara mobil yang masuk area Hambalang. Sebagai warga asli Hambalang, Najmudin merasa malu. Dibandingkan lima tahun lalu, kondisi kampungnya masih alami dan belum banyak proyek bangunan besar.
Menurutnya, sejak proyek P3SON berjalan, izin mendirikan bangunan bangunan di area Hambalang seperti bertambah banyak. Hal ini terlihat karena beberapa proyek perumahan mengantri di belakangnya.
Kondisi jalan Kampung Hambalang memang memprihatinkan. Berdasarkan pengamatan, akses jalan dari Kampung Babakan Madang dan pintu tol Sentul sudah rusak. Lubang jalan selebar 60 sentimeter dengan kedalaman 10 sentimeter terlihat banyak sekali.
Bahkan, di area masuk menuju bukit Hambalang kondisi jalan semakin parah. Selain genangan lubang besar, kondisi pinggir jalan amblas karena longsor. Karena mengenaskan, warga setempat pun menandai jalan amblas dengan tali kuning. Ada sekitar dua area yang ditandai dengan tali kuning.
“Sudah tahu rawan longsor, tapi dipaksain lewat truk. Proyek berhenti karena korupsi, malu saya jadi warga Bogor,” kata Najmudin dengan nada sewot. Nama Hambalang kini mendunia. Bukan karena keindahan alamnya, tapi kasus korupsi.
Padahal mestinya dunia bisa mengenal Hambalang sebagai salah satu tempat terindah di Indonesia. Di Hambalang masih terhampar hijaunya rerumputan. Udaranya pun masih sejuk.
(hty/erd)










































