"Saya kira kalau untuk mencari orang yang baik di bidangnya memang orang-orang itu bisa. Tapi kalau untuk jadi capres kan butuh partai. Saya tidak berkomentar satu per satu orang per orangnya," ujar Effendi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/02/2014).
Sementara itu di internal PDIP yang menguat adalah mengenai skenario Mega-Jokowi. Effendi menyatakan bahwa isu tersebut sengaja dihembuskan ke publik untuk melihat pendapat masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi jika Jokowi hanya dijadikan cawapres, maka tokoh-tokoh muda yang disebut Hamdi Muluk berpotensi mengungguli Jokowi. Apa respons PDIP?
"Itu pendapat orang silakan saja. Bagi kami di PDIP ketokohan Mega dalam menentukan capres yang utama. Dinamika ini kita ikuti. Tapi kalau masyarakat menghendaki bagaimana lagi?" tutur Effendi.
(bag/van)











































