"(Kejadiannya saat) Di perjalanan akan ke sekolah. Si anak nangis pulang ke rumah sambil bilang 'abang bego, abang bego'," cerita kepala sekolah SD tersebut kepada wartawan, Selasa (11/2/2014).
Kemudian orang tua dan paman korban ke sekolah untuk menanyakan kejadian itu kepada pihak sekolah. M pun dipanggil dan dimintai keterangannya oleh pihak sekolah. Setelah awalnya menyangkal, M akhirnya mengakui perbuatannya.
"Dia bilang, 'iya Bapak Ibu saya salah, saya cuma nepuk-nepuk (bagian pantat) doang'," ujar kepala sekolah menirukan pengakuan pelaku.
Setelah mengaku, pelaku sempat dipukuli oleh keluarga korban dan beberapa warga sekitar. "Tadi langsung dipukuli sama omnya sampai babak belur," ujar seorang pedagang pulpen yang biasa berdagang di kawasan tersebut.
Di tempat yang sama, kepala SD korban mengatakan bahwa pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Kemudian, pelaku dilarang berjualan lagi di kawasan tersebut.
"Bikin surat pernyataan jangan jualan di sini lagi. Kalau nggak ngaku kita mau lapor polisi. Akhirnya dimaafkan," kata kepala SD.
Pelaku rupanya tinggal di wilayah yang tak jauh dari sekolah itu. Akhirnya, kepala SD menyerahkan pelaku kepada ketua RT tempat tinggal pelaku.
(sip/mad)











































