Fitriani (20) tidak merasakan firasat apapun terkait penembakan yang dialami ayahnya, Iptu Muhammad Daud (54). Kontak terakhir terjadi semalam. Kepada sang ayah, Fitriani hanya berbincang soal ibunya yang dirawat di RS.
"Besok Abah jemput umi karena kondisinya sudah mulai baikan," kata Fitriani di RS Bhayangkara Polda Sulselbar, Selasa (11/2/2014).
Fitriani yang bernama lengkap Nurfitriani ini mengaku menerima telepon ayahnya saat menjaga ibunya, Wardiah (47), di RS, Senin (10/2) malam. Ia ngobrol dan ayahnya mengatakan akan datang menjemput. Esoknya, ia menerima kabar mengagetkan: ayahnya ditembak orang tak dikenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iptu Daud adalah perwira pertama yang bertugas di Polda Sulselbar. Ia ditembak saat akan berangkat ke salat subuh bersama rekannya, Jafar. Lokasi penembakan berjarak sekitar 3 meter dari kediaman korban, di Palantikang, Gowa, Sulsel.
Hingga saat ini belum diketahui pelaku dan motif penembakan. Polisi memeriksa Jafar dan pemilik rumah tempat orang tak dikenal menembak korban.
(mna/trw)










































