Kekesalan begitu kentara di wajah H. Syarifudin. Suara warga RT 04/02 kampung Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, ini tampak emosional ketika disinggung adanya pencurian besi-besi di proyek Hambalang yang kini mangkrak.
Terbengkalainya pembangunan mega proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) di Hambalang, menyisakan segudang persoalan.
Syarifudin menepis tudingan adanya warga Hambalang yang mengambil "kesempatan" di proyek yang sedang terhenti gara-gara kasus korupsi itu. Tuduhan ada warga yang mencuri besi-besi proyek di beberapa pos menurutnya mengada-ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengakui sebagian pemuda di Hambalang memang tidak bekerja alias menganggur. Tapi, kondisi itu bukan berarti pelaku pencurian adalah warga di kampungnya.

Seharusnya, Syarifudin menegaskan, pemerintah daerah setempat saling berkoordinasi dengan pusat untuk menjaga keamanan proyek pembangunan yang sudah terhenti sejak setahun lalu itu.
Syarifudin juga tidak menepis kalau beberapa orang dari warga setempat memang dipakai jasanya untuk menjaga keamanan di area proyek Hambalang. Kalau pun benar ada pencurian, ia bingung karena persoalan pencurian besi tidak seberapa besar dibandingkan kelanjutan proyek.
“Itu mah cacing cawu, tapi yang kelas paus dibiarin. Yang kecil dibesar-besarin tapi yang besar dianggap enggak ada. Risih, malu kami dituduh macam-macam,” kata Syarifudin dengan suara meninggi.
Syarifudin melihat peran petugas keamanan serta kontraktor yang harus dipertanyakan. Peluang warga mencuri besi di proyek, menurutnya, kecil karena areanya yang berjalur bukit dan banyak semak.
Memang, masih ada celah di beberapa pos yang tidak dijaga ketat oleh petugas. Tapi, jalur itu harus dilalui dengan melewati semak-semak. “Kalau mau ambil dah ketahuan duluan. Bagaimana bawa ke bawahnya? Itu kan besi berat,” katanya ketus.
Salah seorang petugas keamanan proyek Hambalang di jalur puncak dua membenarkan memang sering terjadi pencurian besi di beberapa area. Tapi, petugas yang tak mau disebutkan namanya ini mengaku belum mengetahui pelakunya, termasuk tudingan ke warga serta petugas keamanan proyek sendiri. "Jumlah petugas tidak sebanding dengan luas area proyek," kata dia saat ditemui detikcom, Jumat (07/02/2014).
Adapun Pelaksana Tugas Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Alfitra Sallam ketika ditanyakan kelanjutan nasib proyek Hambalang, tak bisa banyak memberi penjelasan.
Alfitra dalam pesan pendeknya kepada detikcom, Senin (10/02/2014), berdalih
pihaknya sudah menyerahkan “nasib” proyek Hambalang ke Komisi Pemberantasan Korupsi.
(brn/brn)










































