Putin dan Kuchma Tolak Runoff Pemilu Ukraina
Jumat, 03 Des 2004 07:30 WIB
Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin mendukung sikap Presiden Ukraina yang akan mengakhiri masa jabatannya, Leonid Kuchma, yang menolak runoff atau pemilu ulang hanya antara Viktor Yushchenko dan Perdana Menteri Viktor Yanukovich. Putin juga menuduh negara-negara Barat ikut campur terlalu jauh dalam krisis di Ukraina.Dilaporkan kantor berita The Associated Press, Jumat (3/12/2004), Putin membuat komentarnya ini saat melakukan pertemuan dengan Kuchma di sebuah bandar udara di luar Moskow. "Bukan Rusia, Uni Eropa, atau organisasi internasional yang akan menyelesaikan masalah ini," katanya. "Mereka semua bisa memainkan perna mediator, tapi rakyat Ukraina yang memiliki kata terakhir."Putin telah menyampaikan dukungan secara terbuka kepada Yanukovych sebelum pemilu. Kremlin khawatir kemenangan pemimpin oposisir Viktor Yushchenko, yang pro-Barat, bisa merenggangkan negara berpenduduk 48 juta orang ini dari Moskow dan menimbulkan tekanan untuk demokrasi yang lebih besar di Rusia.Menanggapi pernyataan Putin, Presiden Amerika Serikat George W. Bush menyampaikan peringatan yang kelihatannya diarahkan langsung pada Rusia. "Jika akan ada pemilu ulang, itu akan bebas dari pengaruh asing," tegasnya.Sementara itu di Independence Square di Kiev ribuan pendukung oposisi melambaikan bendera Ukraina dan mengenakan ban lengan berwarna oranye yang merupakan pada hari ke-11 secara berturut-turut. Massa sedang menunggu keputusan Mahkamah Agung tentang gugatan Yushchenko atas keabsahan pemilu.Jika keputusan MA memenangkan Yushchenko, ini akan menempatkan dirinya dalam posisi kuat saat bernegoisasi dengan Kuchma dalam menentukan bagaimana pemilu ulang dilakukan. Jika sebaliknya, pemerintahan Kuchma mungkin akan melantik Yanukovych sebagai presiden atau menjadwalkan ulang pemilu dengan menampilkan kandidat yang lebih menarik.Nah, sementara sidang sedang berlangsung, Kuchma terbang ke Rusia dan mendapatkan dukungan Putin untuk proposalnya yang akan menggelar pemilu ulang secara menyeluruh, bukan hanya runoff antara Viktor Yushchenko dan Viktor Yanukovich.Sebelumnya memang telah ada kesepakatan antara kedua pihak untuk menyelesaikan krisis di Ukraina secara konstitusional dengan melakukan pemilihan umum ulang. Tapi bagaimana bentuk pemilu itu belum ada kesepakatan.Kubu oposisi menginginkan pemilu ulang hanya antara Viktor Yushchenko dan Perdana Menteri Viktor Yanukovich, sedangkan pihak pemerintah menginginkan penyelenggaraan pemilu diulang dari awal dengan melibatkan seluruh kandidat presiden.
(gtp/)











































