"Kalau dugaan (keterlibatan) bisa-bisa saja, namun disayangkan kenapa semua yang berambut cepak dan berbandan tegap selalu disamakan dengan TNI, jangan buat stigma itu adalah TNI," kata Iskandar saat dihubungi detikcom, Senin (10/2/2013).
Sejak mendapat adanya informasi mengenai perusakan pos polisi di Senayan dan Jl Trunojoyo, kata Iskandar, Panglima TNI Jenderal Moeldoko telah memerintakan semua kepala kesatuan untuk menyelidiki adanya keterlibatan personelnya masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TNI, dia menambahkan, bersedia membantu pihak kepolisian guna mengungkap pelaku perusakan yang dilakukan sekelompok orang yang menyebut dirinya sebagai 'pasukan'.
"Sampai sekarang kita membantu (kepolisian). Namun kalau dari Polda bekerjsama dengan Pomdam, ya itu silakan saja, karena Polda bermitra dengan Pomdam, sehingga dugaan-dugaan itu bisa diselesaikan," kata Iskandar.
Perusakan pos polisi Senin dini hari tadi, dilakukan 20 pemotor berambut cepak. Aksi vandalis itu diduga merupakan aksi balas dendam yang disinyalir karena ketidaksenangan pemotor berambut cepak saat dihentikan Polantas di perempatan Kuningan, Jaksel, pada Sabtu (8/2) malam.
Penghentian sendiri adalah untuk sterilisasi jalan yang akan dilalui Wapres Budiono. Namun, penjelasan anggota Lantas ini tidak disambut baik oleh pemotor itu. Kericuhan pun tidak terelakan.
(ahy/dnu)











































