"Sangat penting, bahkan sebuah keharusan, dalam perannya pers berpihak pada penguatan demokrasi ala Indonesia, bukan demokrat yang menjiplak dari bangsa lain," ujar anggota Komisi I DPR yang juga peserta konvensi Demokrat Hayono Isman, dalam pernyataannya yng diterima detikcom, Senin(10/2/2014).
Menurut mantan Menpora ini, demokrasi Indonesia berbeda dengan demokrasi di Barat. Demokrasi Indonesia tetap mengutamakan musyawarah mufakat seperti dalam tertuang dalam Pancasila. "Demokrasi ala Indonesia adalah demokrasi bernilai Pancasila, sehingga kemajuan yang diraih menjadi kokoh mengakar ke budaya Indonesia," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ega/ahy)











































