"Saya prihatin. Kesan saya dengan semakin banyaknya caleg artis, ini membuktikan negara ini gagal melakukan pendidikan politik kepada masyarakat," kata penelitisi senior politik dari LIPI Prof Syamsudin Haris dalam diskusi di PKPI Jalan Diponegoro, Jakpus, Senin (10/2/2014)
Menurut Haris, partai politik seharusnya menjadi ruang kaderisasi tokoh politik yang mapan, tapi ternyata parpol gagal menjalankan perannya. Padahal, parpol merupakan anak tangga paling akhir bagi masyarakt untuk berpartisipasi di pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kan parpol sudah gagal, terutama untuk kaderisasinya," imbuh Syamsudin.
Pihaknya meyakini bahwa pencalonan artis bukan berdasarkan kompetensi, tapi lebih disebabkan hanya untuk mendulang suara parpol dalam pemilihan legislatif.
"Ini juga menjadi nilai minus sistem demokrasi di Indonesia. Sebab, dengan modal suara banyak tapi kita dan parpol tidak memunculkan tokoh yang memang punya kapasitas. Apalagi, caleg ini akan duduk di lembaga pembuatan hukum dan aturan. Saya sayangkan ini," kritiknya.
(bal/ndr)










































