"Kalau sudah libatkan oknum aparat, kita akan koordinasikan dengan instansi terkait," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/2/2014).
Untuk mengidentifikasi pelaku perusakan ini, polisi akan memeriksa CCTV (Circuit Closed Television) yang berada di gedung-gedung di dekat lokasi kejadian.
Sementara ini, pihak kepolisian sudah mengantongi ciri-ciri motor yang digunakan pemotor berambut cepak, yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut. Pria cepak ini sebelumnya terlibat cekcok hingga terjadi perkelahian dengan anggota lantas yang tengah mengatur rute perjalanan rombongan Wapres Boediono, di perempatan Kuningan, Jaksel, pada Sabtu (8/2) malam.
Rikwanto menduga, percekcokan ini berkaitan dengan aksi perusakan di dua pospol, Trunojoyo dan Senayan, pada Minggu (9/2) dini hari. Sebab, sebelum terjadi perusakan, pemotor berambut cepak ini sempat mengancam akan membawa pasukan untuk melakukan aksi balasa dendam.
"Ditarik garis ke belakang, diduga persetruan di perempatan Kuningan, ada penghentian pemotor berboncengan, sampai terjadi pemukulan, ini saling berkaitan," jelasnya.
(mei/ndr)











































