"Saat Pemilu pasti ada aksi teroris. Musuh utama terorisme kan demokrasi. Kami melihat kalau potensi munculnya terorisme merata di seluruh wilayah Indonesia," tutur Ansyaad di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2014).
BNPT telah bersinergi dengan sejumlah pihak untuk menanggulangi teroris. Namun Ansyaad enggan membeberkan strategi penanggulangan tersebut.
"Kalau ada teroris? Ya dikejarlah," jawabnya singkat.
Ansyaad mencontohkan bentuk ancaman teroris yang mungkin muncul saat pemilu mendatang. Menurut dia bentuk polanya akan sama seperti sebelumnya.
"Sebetulnya kita sudah bikin buku terkait peta teroris ini, ternyata di seluruh wilayah dan di semua wilayah sama semua. Pemilukada 2012 di Sulsel kan gubernurnya mau dibunuh, dilempari bom. Mungkin nanti akan sama," ungkap Ansyaad.
(van/nrl)











































