"Kita lihat saja ke depan seperti apa. Terlalu beresiko untuk melakukan tindakan tidak proporsional ya," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah di Istana Negara, Senin (10/2/2014).
Faizasyah mengatakan kejadian saat PM Lee Kuan Yeuw menabur bunga di makam Usman dan Harun menegaskan sudah ada penyelesaian atas masalah yang terjadi di masa lalu. Saat ini yang dilakukan seharusnya bagaimana melihat sejarah di masa lalu dan bagaimana kita menata hubungan bilateral ke depan.
"Seyogyanya kita berangkat dari suasana hubungan baik yang telah kita bangun. Bahwa kalau ada hal-hal yang mengganggu harus dikelola dengan baik ," tuturnya.
Menurut Faizasyah, semua negara negara tentunya akan berhitung apa yang jadi kepentingan dalam hubungan bilateral. Maka sebaiknya masalah tersebut dapat di kelola dengan baik oleh kedua negara.
"Jadi apa yang kita lihat bahwa hal ini akan dikelola sebaik-baiknya oleh pemerintah Indonesia," kata Faizasyah.
(mpr/mok)











































