Corby dipastikan mendapat pembebasan bersyarat oleh Menkum HAM Amir Syamsuddin pada Jumat (7/2) lalu. Dia bebas bersama 1.200-an napi lainnya. Keputusan ini keluar setelah sang ratu mariyuana mengajukan grasi sejak tahun 2010 lalu.
Berselang tiga hari kemudian, momen kebebasan Corby pun tiba. Dia keluar dari LP Kerobokan sekitar pukul 08.15 Wita. Mukanya tak terlihat jelas karena dia menggunakan topi dan penutup. Rupanya dia sudah ditunggu oleh media Channel Seven yang siap membayarnya dengan bayaran tinggi demi hak wawancara ekslusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditangkap 10 Tahun Lalu
|
Reuters
|
Dia mengaku tidak mengetahui adanya ganja dalam tasnya sebelum tas tersebut dibuka oleh petugas bea cukai di Bali, namun pernyataan ini ditentang oleh petugas bea cukai yang mengatakan bahwa Corby mencoba menghalangi mereka saat akan memeriksa tasnya. Bapak kandung Schapelle Corby, Michael Corby, sebelumnya pernah tertangkap basah membawa ganja pada awal tahun 1970-an
PN Denpasar lalu memvonis Corby 20 tahun penjara pada Mei 2005, kemudian dikurangi 15 tahun dalam pengadilan banding pada Oktober 2005. Kemudian ketika kasasi, MA mengembalikan hukuman 20 tahun penjara pada 12 Januari 2006.
Upaya Hukum
|
AFP
|
Sang terpidana pun tak tinggal diam. Lewat kuasa hukumnya, dia mengajukan grasi pada tahun 2010. Hingga akhirnya Mei 2012, Presiden SBY memberikan grasi pengurangan hukuman dari 20 tahun menjadi 15 tahun penjara.
Lalu pada September 2012, Corby mengajukan pembebasan bersyarat. Pemerintah Australia ikut memberikan jaminan bahwa Corby tak akan melanggar aturan pembebasan bersyarat bila sudah bebas.
Tanggal 22 Januari 2014, pemerintah Australia mengeluarkan paspor baru untuk Corby. Akhirnya tanggal 10 Februari, wanita mantan model itu pun bebas.
Hari Kebebasan
|
Reuters
|
Sebelum keluar, Corby yang dikerubuti jurnalis dan menutupi wajahnya dengan kain, menempelkan sidik jarinya di LP yang dia tinggali selama sekitar 9 tahun.
Corby lalu dibawa ke Kejaksaan dan Balai Pemasyarakatan untuk mengurus surat-surat pembebasan bersyaratnya. Setelah itu, Corby akan tinggal di rumah saudara perempuannya Mercedes di kawasan Kuta, Bali.
Meski sudah bebas, Corby tidak bisa pulang kampung ke Australia segera. Wanita berumur 36 tahun itu harus berada di Indonesia hingga hukumannya habis pada Juli 2017.
"Iya sampai Juli 2017," ujar Kalapas Kerobokan Farid Junaedi.
Dapat Duit Rp 32 Miliar
|
Reuters
|
Seorang sumber dari industri media Australia menuturkan kepada Sydney Morning Herald, Senin (10/2/2014), Corby telah menandatangani kontrak eksklusif dengan Channel Seven. Bahkan menurut sumber itu, kontrak tersebut sudah disepakati jauh sebelum pembebasan bersyarat Corby dikabulkan oleh pemerintah Indonesia.
Sumber tersebut juga menuturkan bahwa Corby memanfaatkan pertempuran media ini untuk membayar apa yang dilakukan media Australia lainnya, Channel Nine, yang pernah menayangkan film khusus tentang kejahatannya sendiri. Channel Nine sendiri tidak bisa ikut dalam penawaran wawancara eksklusif Corby setelah bebas dari penjara.
Saat resmi meninggalkan LP Kerobokan pada Senin (10/2) pagi, Corby tampak didampingi oleh wartawan senior dan figur ternama Mike Willersee yang biasa menjadi host dalam acara Sunday Night pada Channel Seven. Media Australia lainnya, Fairfax melaporkan bahwa Corby dan juga para kru dari Channel Seven kini berada di Sentosa Minyak, sebuah resor dan spa yang ada di wilayah Seminyak, Bali.
Halaman 2 dari 5











































