Patung manusia akar yang berada di depan Plaza Monumen Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949 di kawasan titik nol kilometer dicopot oleh petugas dari Pemkot Yogyakarta. Sebab ada protes dalam pemasangan patung karya beberapa seniman peserta Biennale Jogja 2011 tersebut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Syarif Teguh mengaku tidak tahan mendapat teror melalui handphone oleh seseorang yang mengaku anggota ormas sejak patung dipasang sejak akhir Januari 2014 lalu itu.
"Kami sering menerima telepon dari orang mana kami tak tahu yang menanyakan soal patung itu," katanya, Senin (10/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama lebih kurang satu bulan, patung itu sudah tidak ada di tempatnya. Tidak banyak orang yang tahu dimana patung itu disimpan. Patung itu sekarang teronggok di halaman belakang kantor UPT Malioboro di Jl Malioboro.
Di tempat itu juga tersimpan beberapa patung yang pernah terpasang di sepanjang jalan kawasan Malioboro di antaranya patung sepeda karya komunitas Segosegawe (Sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe) yang dulu dipasang di dekat patung manusia akar. Selain itu ada juga beberapa patung 2 ekor kelinci warna emas yang dulu di pasang di pinggir Jl Malioboro.
(bgk/trw)











































