"Ya kita tidak bisa memungkiri fakta bahwa yang menginginkan trah Soeharto itu kembali mendampingi ARB itu kan banyak, termasuk di internal Golkar sendiri dan itu saya rasa sesuatu yang biasa," kata jubir Golkar Tantowi Yahya kepada detikcom, Senin (10/2/2014).
Menurut Tantowi, saat ini masyarakat mulai sering mengungkapkan kerinduan ke zaman Soeharto, terlepas dari kontroversi menjelang tumbangnya Presiden RI kedua itu.
"Di luar saja banyak yang bicara 'piye kabare, enak zamanku to'. Jadi itu kan kerinduan masyarakat terhadap stabilitas politik dan ekonomi di era Orba," kata Tantowi.
Sehingga, lanjut Tantowi, wajar banyak yang menggadang Titiek Soeharto jadi cawapres Ical, meskipun keputusannya masih cukup jauh.
"Golkar ini kan partai terbuka, semua kader berhak bersuara. Nah soal siapa yang akan dipilih ARB ya itu ada mekanisme sendiri," tegas penghobi musik country ini.
(van/nrl)











































