Takut Diteror, Warga Bojong Pasang Obor dan Ronda Keliling
Kamis, 02 Des 2004 22:25 WIB
Jakarta - Malam ini, Kamis (2/12/2004) mulai pukul 18.15 WIB, warga Desa Bojong, Bogor, memasang obor di kiri-kanan jalan desa dan kampung serta halaman rumah warga. Warga kemudian melakukan ronda keliling yang tiap rombongannya beranggotakan 15 sampai 25 orang.Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan rasa aman kolektif bagi warga. Sebab pasca aksi menolak pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong pada 22 November lalu yang berakhir rusuh itu suasana Desa Bojong mencekam dan banyak warga yang menerima teror dari orang tidak dikenal."Hingga kini teror masih terjadi. Sekarang dengan cara-cara lebih halus," ujar Penanggungjawab Posko Warga Korban TPST Bojong Erwin Usman saat dihubungi detikcom melalui telepon selulernya, Kamis (2/12/2004) pukul 21.45 WIB.Dicontohkan Erwin, teror dilakukan oleh orang yang menaiki sepeda motor atau mobil dengan cara berhenti di depan halaman rumah warga, turun, mengamati rumah, lalu berbicara melalui handpone dengan suara keras. "Menyebut nama-nama pemilik rumah, menghubungkannya dengan peristiwa kemarin (bentrokan di TPST Bojong), dan seterusnya. Sangat mencurigakan."Dijelaskan Erwin, pemasangan obor dilakukan di Kampung Rawa Jeler dan Kampung Bojong, Desa Bojong. Di kedua kampung ini banyak jalan-jalan yang kalau malam relatif gelap karena belum ada penerangan jalan sehingga terasa mencekam. Aksi ini akan dilakukan hingga 10 Desembar lusa yang juga merupakan hari Hak Asasi Manusia (HAM). Warga memulai aksinya usai salat Maghrib. Setelah dari masjid warga mengisi pos-pos korban yang ke depan akan dijadikan pos siskamling. Kemudian, dengan didampingi oleh relawan yang berjumlah sekitar 20 orang tiap harinya, warga melakukan berbagai kegiatan."Selain memasang obor warga juga melakukan ronda. Berjalan 15 sampai 25 orang membunyikan kentongan. Ini mengantisipasi adanya teror dan intimidasi dari orang tidak dikenal. Warga yang ketakutan merasa aman karena ada pemuda yang ronda," ujar Erwin.Dijelaskan, ronda keliling dilakukan oleh tiga rombongan. Masing-masing memulai ronda dari posko utama yang berlokasi di dekat TPST Bojong, posko di Kampung Bojong, dan posko di Kampung Ciuncal. Ronda keliling akan dilakukan hingga menjelang subuh. "Sebab yang rawan menurut pengalaman pukul 23.00 WIB sampai 04.00 WIB," demikian Erwin Usman.
(gtp/)











































