"Bagi Indonesia, urusan Usman Harun dianggap sudah selesai. Kejadian tahun 60-an itu kan dalam konteks konfrontasi Indonesia dengan Malaysia, bukan Singapura. Kondisi berubah, disitu selesailah, damai," kata Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakpus, Senin (10/2/2014).
Tubagus menuturkan bahwa Indonesia dan Singapura selama ini sudah tidak pernah mempermasalahkan Usman Harun. Gelar pahlawan nasional telah diberikan pada kedua orang tersebut dan PM Singapura sudah mengunjungi makam mereka di TMP Kalibata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Singapura menyatakan keprihatinannya atas rencana penamaan sebuah kapal militer baru milik AL Indonesia dengan nama Usman Harun. Nama tersebut diambil dari dua nama tentara AL, Sersan Usman dan Kopral Harun yang dieksekusi mati di Singapura atas kasus pengeboman pada masa pemerintahan Presiden Soekarno tahun 1965 silam.
(van/van)











































