Manajer operasional Trans Mayapada Bhakti selaku perusahaan operator bus, Richo, mengatakan tak ada yang tahu ciri-ciri penembak bus bernopol B 7261 IV. Semua penumpang kaget dan memilih untuk berlindung saat mendengar suara tembakan. Tembakan terjadi pada 23.30 WIB, Sabtu (8/2) dan bus tersebut merupakan bus terakhir yang menuju Pinang Ranti.
"Suasana juga gelap. Menurut laporan petugas satgas dari TransJakarta, mereka tidak melihat. Soalnya yang ditembak sebelah kiri, sementara petugas sebelah kanan," terang Richo saat dihubungi detikcom, Minggu (9/2/2014).
Jumlah penumpang pada malam itu, kata Richo, hampir setengah dari total kursi bus. Mereka duduk tersebar di beberapa posisi. Namun tak ada yang melihat karena secara spontan langsung menunduk saat mendengar suara tembakan yang diduga dari senapan angin.
"Tak ada yang luka-luka. Semua penumpang tetap diantar ke Pinang Ranti," katanya.
Ini adalah teror yang kesekian kalinya menimpa TransJakarta. Sebelumnya beberapa halte ada yang ditembaki orang misterius. Namun pelakunya tak pernah terungkap.
(mad/nrl)











































