"Golkar dan PDIP masuk dalam kategori adaptif, sehingga mereka ada di posisi tengah-tengah dalam kepercayaan masyarakat. Mereka cenderung mengamati terlebih dahulu ketika muncul permasalahan baru kemudian menanggapi," ujar Heri di Hotel Whiz Cikini, Jl. Cikini Raya 6, Jakarta Pusat, Minggu (9/2/2014).
Golkar dan PDIP dinilai mampu melakukan konsolidasi elite dan melakukan pembelaan terhadap kadernya yang tersandung masalah. Para kadernya pun mampu melakukan komunikasi yang sama sehingga tidak tumpang tindih.
"Di tengah krisis politik, Golkar mampu meraih posisi teratas sebagai partai yang dipercaya publik mampu menyelesaikan krisis politik dengan metode adaptif. PDIP juga demikian, ada figur yang dijadikan rujukan. Tetapi PDIP masih kalah dengan PKS yang mampu meraih kepercayaan publik dengan metode reaktifnya," tutur pengajar Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana ini.
Meski demikian survei PolcoMM ini melihat tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik menurun. Golkar dan PDIP mampu melakukan proses adaptif sehingga meraih kepercayaan masyarakat, sedangkan PKS meski dianggap memiliki krisis yang besar namun mampu mengembalikan kepercayaan publik.
"Kalau PKS itu reaktif sekali, ada satu kadernya yang saya tak perlu sebut namanya, itu dia ketika Presiden PKS terkena kasus korupsi langsung menyerang KPK. Tidak hanya itu, dia juga mengajak kader lain berjamaah menyerang KPK. Tapi belakangan PKS berbalik anggapan dan menganggap kasus LHI itu masalah pribadi saja," imbuh Heri.
Faktor yang dianggap publik mampu mengembalikan kepercayaan terhadap partai politik adalah tidak melakukan korupsi (41,7%), pro rakyat (24,1%), dekat dengan rakyat (14,2%), kualitas kader (6,9%), dan lain-lain (13,1%).
PolcoMM terlebih dahulu melakukan Content Analysis dan Discourse Analysis pada 15 media massa yakni 5 media cetak nasional, 5 media televisi swasta, dan 5 media online. Selanjutnya dilakukan survei terhadap 1.000 orang responden yang berasal dari 15 kota besar yakni Medan, Pekanbaru, Palembang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Balikpapan, Denpasar, Makassar, Manado, dan Ambon pada 20 Januari 2014 sampai 3 Februari 2014.
PolcoMM juga memberikan pertanyaan kepada responden tentang partai mana yang mampu mengatasi konflik/krisis yang dialami partainya. Jawabnya:
1. Golkar dengan 27,6%
2. PKS dengan 15,2%
3. PDIP dengan 9,5%
4. Gerindra dengan 7,5%
5. NasDem dengan 5,4%
6. Hanura dengan 4,9%
7. PD dengan 3,8%
8. PPP dengan 3,3%
9. PAN dengan 3,1%
10. PKB dengan 2,8%
11. PBB dengan 0,9%
12. PKPI dengan 0,5%
(bpn/nrl)











































