Khusna melakukan pendakian ke lereng Merbabu bersama rombongan dari kampusnya untuk mengikuti diksar mapala. Menurut Kapolsek Selo, Boyolali, AKP Suparma, mengatakan Diksar Argajaladri Mapala Unissula tersebut diikuti 26 orang, terdiri 8 peserta diksar termasuk Kusna dan 18 panitia, berlangsung sejak Minggu (2/2) hingga Minggu (9/2) hari ini.
Dari keterangan sejumlah saksi yaitu rekan-rekan korban, pada pukul 00.30 Minggu (9/2/2014) dinihari, saat akan diadakan latihan lagi di lereng Merbabu, kondisi Khusna Arifatul mengalami drop hingga pingsan. Oleh panitia, Khusna dibawa turun ke basecamp pendakian di Desa Tarubatang, Kecamatan Selo. Setelah itu iru sempat siuman namun masih mengeluh kedinginan.
"Sekitar pukul 06.00 WIB, kondisinya kembali drop, lalu dibawa ke Puskesmas Selo. Namun sesampai di Puskesmas pada pukul 06.45 WIB korban sudah meninggal," papar Suparma.
Petugas medis Puskesmas Selo, Dwiyanto K Saputro, mengatakan korban sampai di Puskesmas korban sudah dalam keadaan meninggal. Dari hasil visum luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan. "Kemungkinan korban meninggal karena kelelahan dan mengalami hipotermia atau kedinginan," jelas Dwiyanto.
Jenazah mahasiswi Fakultas Ekonomi kelahiran kelahiran 12 Januari 1994 tersebut kemudian dibawa ke kamar mayat RSU Pandan Arang, Boyolali, selanjutnya dibawa ke Unissula Semarang. Menurut ketua Argajaladri Mapala Unissula, Fandi Ahmad Choirudin, jenazah Khusna selanjutnya akan diserahkan kepada orangtua korban di Weleri, Kendal, Jateng.
(mbr/mad)











































