Calon Presiden di tahun pemilu 2014 ini dianggap lebih variatif dibandingkan pilpres sebelumnya. Munculnya beberapa tokoh muda di dunia perpolitikan Indonesia dianggap memberikan semangat baru bagi masyarakat.
"Saat ini publik diberi kesempatan untuk memilih nama capres-dan cawapres yang beragam, yang tentunya masih sangat segar dan muda. Kondisi tersebut berbeda jauh dengan pilpres sebelumnya yang cenderung menampilkan tokoh yang itu-itu saja," ujar Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pancasila Hukum dan Demokrasi Universitas Negeri Semarang (PUSKAPDHEM UNNES) Arif Hidayat saat pemaparan hasil survei di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jaksel, Minggu (9/2/2014).
Dari penelitian Puspakdhem tahun ini, sejumlah nama-nama 'segar' muncul dalam percaturan politik saat ini. Sudah tak mengejutkan lagi, apabila dalam survei ini Joko Widodo memiliki tingkat keterpilhan tertinggi, yakni 20,28 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling menarik, hanya 7,75 persen saja publik yang belum menentukan pilihan," paparnya.
Menurut peneliti Puskapdhem, Pujiono, dengan presentase di atas, sudah semestinya parpol memanfaatkan momentum tersebut di pilpres 2014 ini. Hadirnya wajah baru merupakan obat penawar kejenuhan publik terhadap tokoh lama yang sudah tak asing lagi.
Hal ini terlihat dari antusiasme publik yang mau menggunakan hak pilihnya apabila persertanya dibawah usia 55 tahun. HT, Jokowi dan Priyo dianggap memiliki popularitas tertinggi di antara pemimpin muda yang usianya dibawah 55 tahun.
"Terutama bagi parpol yang memiliki kader seperti Jokowi, Priyo Budi Santoso dan Hidayat Nur Wahid. Karena pada pilpres 2019, mereka sudah dikategorikan capres tua, yakni diatas 55 tahun," tuturnya.
Di sisi lain, survei ini juga menyoroti Hary Tanoe yang populer karena terus beriklan di medianya. Dia muncul sebagai tokoh populer. "Seperti bagaimana media memberikan perhatian khusus terhadap Jokowi, maka hal yang sama juga terjadi pada HT. Apakah dalam iklan, kemunculannya di acara televisi dan lainnya," jelasnya.
Survei tersebut dilaksanakan pada 3 Januari hingga 9 Febuari di 34 provinsi. Jumlah responden 1070 orang yang sudah memiliki hak pilih pada pemilu 2014 dan bukan TNI Polri. Adapun tingkat kepercayaan 95 persen, dan pengambilan data melalui teknik wawancara dengan bantuan kuisioner.
Berikut nama-nama kader parpol pilihan responden menurut tingkat elektabilitas;
Jokowi 20,28%
Priyo Budi Santoso 16,26%
Rahasia 16,16%
Harry Tanoesodibjo 11,3%
Hidayat Nur Wahid 10,09%
Tokoh Lainnya 7,66%
Undecided Voters 7,75%
Muhaimin Iskandar 3,92%
Puan Maharani%
Roy Suryo 2,14%
Anies Matta 1,0%
(rii/mad)











































