"Sudah satu bulan ini berkabut terus. Ini berasal dari pembakaran lahan gambut," kata Nazib warga Pontianak melalui pasangmata.com, Minggu (9/2/2014).
Nazib mengatakan, para pemotor terpaksa menyalakan lampu kendaraannya saat melintas di tengah kota tersebut. Asap ini juga terasa sangat perih kalau mengenai mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nazib mengatakan, beberapa sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar karena kabut asap ini. "Beberapa sekolah ada yang libur karena kabut ini," katanya.
Kabut asap ini sempat membuat penerbangan di Bandara Supadio, Pontianak, mengalami gangguan. Namun pada Sabtu (8/2) kemarin aktivitas penerbangan dan pendaratan pesawat mulai berangsur normal.
Penerbangan telah berangsur normal, tidak ada lagi pesawat yang parkir di landasan pacu," kata General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak, Chandra Dista Wiradi kepada detikcom, Sabtu (8/2/2014).
Kondisi ini terjadi karena jarak pandang sudah aman untuk penerbangan. Kabut asap yang beberapa pekan menutupi kawasan Bandara Supadio Pontianak mulai menipis.
"Mungkin saja kabut menghilang karena sudah adanya upaya pemadaman api di lahan gambut yang terbakar. Kalau ada reaksi nyata dari pemerintah, tentu saya sambut positif," kata Chandra.
(nal/nrl)










































