"Kemarin tiga orang saksi sudah kita periksa. Saksi dari pihak siswa dan panitia," kata Kapolres Pandeglang AKBP Anwar kepada detikcom, Minggu (9/2/2014).
Keterangan yang diberikan oleh panitia dan siswa berupa kronologi dan proses penggunaan truk sebagai moda transportasi peserta pelantikan. Panitia menyebutkan truk disewa dengan harga Rp 500 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini polisi masih berupaya mengungkap peristiwa yang menyebabkan 23 siswa mengalami luka-luka itu. Salah satu korban luka berat yang masih dirawat di rumah sakit pun sempat dikabarkan kritis.
"Kita masih dalam tahap pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti. Kalau yang luka berat masih dalam penanganan," tutup Anwar.
Truk bermuatan puluhan siswa-siswi itu terguling pada Jumat (7/2/) lalu. Dugaan sementara truk tidak kuat menanjak dan mengalami rem blong.
(vid/mok)











































