"Bapaknya sakit keras sudah lama dan ibunya nggak tahu di mana. Saya tidak tanya sakitnya apa," kata pembaca detikcom bernama Fial, Minggu (9/2/2014).
Fial bertemu dengan bocah itu di Desa Tanjung Samalindu, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Muaratebo, Jambi, pada akhir Desember 2013 lalu. Saat bocah ini menghisap sebatang rokok putih di bawah pohon, Fial sempat mengabadikannya.
"Dilarang tapi malah tidak diperhatikan," kata pria berusia 46 tahun ini.
Saat menemani kawannya bekerja di proyek drainase, Fial melihat bocah itu hampir setiap hari berkumpul dengan para pekerja proyek. Bocah itu mengaku dirinya tidak sekolah karena tak ada biaya dan hanya sang nenek yang merawat dirinya.
"Saya juga bingung, dia mengaku dirawat neneknya. Saya tanya, kamu nggak sekolah? Dia jawab belum," ujar Fial.
Warga desa tempat tinggal bocah itu bersama nenek dan ayahnya yang tak berdaya karena sakit terkesan melakukan pembiaran. Kondisi ekonomi keluarganya juga kurang beruntung.
"Sepertinya di sana memang kepedulian kurang," tutup Fial.
(vid/mok)











































