Salah seorang pembaca detikcom, Fedi Ferdian melalui pasangmata.com menuturkan bagaimana 'horornya' jembatan ini. Gambar ini difotonya sekitar 3 minggu lalu. Namun hingga saat ini kondisinya tidak ada yang berubah. Lokasi jembatan ini sendiri ada di di Kampung Panyindangan RT 01/01, Desa Nagasari, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Jembatan tersebut menjadi akses terdekat yang menghubungkan dua desa dan kecamatan antara Leles dan Agrabinta. "Ada juga jalan lain, tapi harus jadi keliling dan jauh sekali, bisa berkilo-kilo," kata Ferdian saat berbincang, Minggu (9/2/2014).
Lebar jembatan ini sekitar 1,5 meter, dengan ketinggian lebih dari 3 meter, dan memiliki panjang 55 meter. Seluruh bahan bangunan jembatan ini terbuat dari bambu dan tali plastik untuk mengikatnya.
Sudah pasti dari segi keamanan dan ketahanan, jembatan ini sangat tidak layak dilewati. Dan yang parahnya lagi, tepat di bawah jembatan ini ada, mengalir sebuah sungai yang penuh dengan batu-batu besar.
"Kalau rusak mah, udah sering banget," ujar Ketua PNPM Kecamatan Leles ini.
Menurut Ferdian, jembatan ini menjadi andalan warga dan anak sekolah untuk akses bepergian. Motor pun sebenarnya bisa juga lewat tapi pengemudi harus ekstra hati-hati jika tidak ingin tergelincir karena licinnya bambu. Terlebih lagi jika hujan.
Entah sejak kapan jembatan ini berdiri. Namun warga sangat berharap pemerintah bisa memperbaiki atau bahkan menggantinya dengan jembatan permanen.
"Sudah seringkali jembatan ini rusak, tapi karena diperlukan warga, jadi pada swadaya memperbaikinya," tuturnya.
(mok/vid)











































