Dinilai Bisa Kurangi Suara ke Ical, JK: Dipilih dan Memilih Itu HAM

Dinilai Bisa Kurangi Suara ke Ical, JK: Dipilih dan Memilih Itu HAM

- detikNews
Minggu, 09 Feb 2014 02:04 WIB
Dinilai Bisa Kurangi Suara ke Ical, JK: Dipilih dan Memilih Itu HAM
Jakarta - Senior Partai Golkar Jusuf Kalla dipinang menjadi bakal capres PKB. Langkah JK ini dinilai bisa memecah dukungan terhadap Aburizal Bakrie (Ical) yang telah dicapreskan Golkar. Merespon kemungkinan ini, JK menjawab dengan sebuah penegasan.

"Hak asasi manusia ada dua. Hak asasi memilih dan dipilih, itu hak asasi," kata JK usai mengisi sarasehan bersama ratusan kiai NU di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/2/2014).

Meski begitu, JK menilai langkah yang ditempuhnya menyongsong Pilpres 2014 itu tak akan memecah suara dukungan terhadap Ical. JK sendiri belum bisa memetakan apakah sebagian kader Golkar mendukung pencapresannya atau tidak.

"Suara Golkar tidak pecah. Saya tetap di Golkar," ucap JK.

PKB memang belum pasti mencapreskan JK. Karena selain JK, ada pula Mahfud MD dan Rhoma Irama yang dijadikan bakal capres PKB. Lolosnya PKB dari lubang Presidential Treshold juga akan sangat menentukan bisa-tidaknya PKB mencalonkan tokohnya sendiri. JK memilih untuk menunggu hasil Pileg untuk memastikan langkah pastinya di kancah persaingan 2014.

"Ya karena itu ada prosesnya. Lihat prosesnya setelah Pileg saja," tutur mantan Wapres RI ini.

Politisi Golkar Nudirman Munir melihat pendeklarasian JK sebagai bakal capres PKB berpotensi memecah suara dukungan terhadap pencapresan Ical. Namun Nudirman yakin suara Ical masih unggul.

"Pencalonan JK kan bisa memecah suara. Walaupun dari survei, Ical sekarang sudah unggul," kata Nudirman saat dihubungi, Kamis (30/1).

(dnu/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads