Beruntung tidak ada korban jiwa pada kecelakaan tersebut. Kesembilan siswa yang jadi korban adalah Steivy Arif, Tania Soriton, Novia Sampul, Julia Poluan, Maria Bokang, Jamsi Pesik, Via Mendame, Gabriella Watulingas dan Reynald.
Sebanyak 6 siswa hanya mengalami luka-luka ringan dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sam Ratulangi Tondano. Namun 3 siswa lainnya mendapat luka serius dan harus dirujuk ke RS Prof dr RD Kandou Malalayang.
Informasi yang dihimpun detikcom, mobil yang dikemudikan oleh Jamsy, hilang kendali di tikungan karena jalan yang licin akibat hujan. Mobil pun langsung tergelincir dan meluncur ke jurang.
Mobil sempat terguling beberapa kali hingga sampai ke dasar jurang. Mereka pun baru sadar dari pingsan setelah mobil benar-benar berhenti dan diam di dasar jurang.
Setelah siuman, dua siswi yang mengalami luka ringan, mencoba memanjat tebing untuk mencari bantuan. Mereka kemudian tertolong karena masih ada warga yang melintas. Mereka lalu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Sebelumnya, sekolah mereka baru saja memberikan bantuan untuk korban banjir bandang di Manado. Mereka juga sekaligus melakukan pengecekan lokasi untuk Praktek Kerja Lapangan (PKL).
Jelang malam, rombongan bertolak pulang kembali ke Langowan Minahasa dengan memilih jalan pintas Suluan-Tondano, karena akses jalan Tinoor masih sulit dilewati akibat longsor.
(rmd/rmd)











































