Eep, Faisal Basri, Rendra Deklarasikan Gerakan Kepatutan
Kamis, 02 Des 2004 18:16 WIB
Jakarta - Sejumlah tokoh politik, ekonomi sampai seniman mendeklarasikan Gerakan Kepatutan Indonesia. Gerakan ini menyepakati azas kepatutan dalam upaya menyelesaikan masalah bangsa.Acara deklarasi diselenggarakan di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (2/12/2004). Deklaratornya, Pengamat Ekonomi Faisal Basri, Pengamat Politik Eep Saefulloh Fatah, Koordinator ICW Teten Masduki, Seniman WS Rendra, Musisi Yockie Suryoprayogo, Aktivis LSM Bambang Warih dan Ahli Hukum Tata Negara Soetanto Soepiadhy. Saat deklarasi, Teten Masduki tidak hadir.Para tokoh masyarakat yang mewakili profesinya sepakat melakukan hal yang patut pada profesinya masing-masing."Deklarasi Kepatutan ini penting sebagai kesadaran kolektif dari berbagai latar belakang agar kita tidak terpelosok dalam krisis berkepanjangan dan kembali ke teori dasar menjadi bangsa yang kuat, yaitu menjadi Indonesia yang patut," kata Faisal Basri salah seorang pengarah pelaksana deklarasi.Hal yang sama disampaikan, Eep Saefulloh Fatah."Hidayat Nurwahid tidak perlu Volvo, itu karena ingin menjadi suri tauladan kepatutan karena di Indonesia sudah dibedakan antara keharusan dan kepatutan," kata Eep."Contohnya, Mega tidak datang pada pelantikan SBY. Memang tidak ada aturan dia datang tetapi sepatutnya dia harus datang. Selain itu, tabrakan beruntun di Tol Jagorawi yang disalahkan sopir yang telah meninggal. Padahal itu tidak sepatutnya menyalahkan orang yang sudah meninggal. Masalah pemerintah akan tuntas jika melakukan keharusan dan kepatutan," lanjutnya.Seniman Rendra menambahkan kepatutan seharusnya dijadikan landasan pergaulan sesama manusai agar hubungan bisa damai. "Apalagi menyangkut perdagangan dan pemerintahan, kepercayaan terdiri dari elemen kepatutan," demikian Rendra.
(aan/)











































