Kehebohan Saat Menanti Keputusan Bebas Sang Ratu Mariyuana

Kehebohan Saat Menanti Keputusan Bebas Sang Ratu Mariyuana

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jumat, 07 Feb 2014 18:01 WIB
Kehebohan Saat Menanti Keputusan Bebas Sang Ratu Mariyuana
Jakarta - Pemberian pembebasan bersyarat untuk Schapelle Corby, WN Australia terpidana kasus narkoba, menyedot perhatian yang besar dari media Australia. Mereka berkumpul sejak pagi demi mengabarkan nasib sang ratu mariyuana.

Puluhan wartawan asing telah bersiap di Kantor Kemenkumham di Jl. Rasuna Said, Jaksel sejak pagi hari, Jumat (7/2/2014). Padahal Amir dijadwalkan memberi pernyataan pada siang hari. Kebanyakan dari mereka adalah media lokal Australia yang sudah datang ke Jakarta sejak Senin (3/2) yang lalu.

Tim adalah salah satu dari para jurnalis Australia tersebut. Ia dan dua orang rekannya dari Seven Network, media lokal Australia, menginap di salah satu hotel di Kuningan sejak Senin. Medianya juga menyiapkan satu tim khusus di Lapas Kerobokan, Bali untuk meliput keluarnya Corby dari tahanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berita tentang Corby menarik perhatian yang amat sangat besar di negara kami. Bila kami putar kisahnya berulang kali, tentu itu akan meningkatkan jumlah penonton," kata Tim yang rambutnya sudah memutih ini.

Sejak pukul 13.00 WIB, Tim dan jurnalis Australia lainnya berulang kali melaporkan kondisi di lobi kantor Kemenkumham secara live meskipun Menteri Amir Syamsuddin belum tiba. Tim bolak-balik mengecek catatannya dan merapikan jas yang ia pakai sebelum tampil live.

Suasana tak menyenangkan sempat muncul ketika humas Kementerian memeutuskan untuk memindah lokasi wawancara dari sisi dekat tangga ke depan pintu Graha Pengayoman. Meski jaraknya tidak jauh, para awak media protes karena mereka telah mempersiapkan kamera, lampu, dan mikrofon mereka di tempat yang sudah dijanjikan sebelumnya.

Mereka awalnya enggan untuk menggeser semua peralatan mereka yang sudah tertata rapi. Namun setelah berdiskusi dengan pihak humas, para jurnalis asing pun mau pindah.

Menkum HAM Amir Syamsuddin akhirnya memberikan pernyataan singkat pada awak media pukul 15.30 WIB. Amir menegaskan bahwa pembebasan bersyarat Corby telah dikabulkan.

"Dua hari yang lalu kami telah menelaah, 1.723 berkas pembebasan berysarat. Pembebasan bersyarat ini tiap hari ada narapidana yang jatuh tempo. Setelah melalui TPP, Alhamdulillah sampai hari ini sudah 1.291 terselesaikan dengan baik. Meskipun akan ada tambahan dan seterusnya," kata Menkum HAM.

Apakah Corby termasuk dalam 1.291 berkas yang diselesaikan itu? "Schapelle Corby termasuk dalam 1.291 itu," jawab Amir.

Setelah wawancara singkat, para jurnalis australia tersebut langsung melaporkannya kepada warga negeri kanguru itu. Kisah tentang Corby pun terus berlanjut.

(mad/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads