Pertanyaan ini muncul usai Jokowi meihat kondisi rusun Sindang, Koja, Jakarta Utara. Di dalam bus, ia sempat diwawancara mengenai kegiatannya selama jadi Gubernur. Tak lupa, para wartawan ini pun bertanya bagaimana pertarungannya menduduki posisi DKI 1 lalu.
Salah satu wartawan tersebut, Ben wartawan Wall Street Journal menanyakan isu pencapresannya di 2014. Hal ini turut menarik perhatian Jeffry Hutton dari media The Cristian Science dari Amerika Serikat dan Genichiro Kodama dari Kyodo News, Jepang.
Awalnya, Jokowi hanya tersenyum mendengar pertanyaan tersebut. Ia menjawab bahwa setiap ia bertemu wartawan asing. Lalu apa jawabannya?
"Now i focus for Jakarta," kata Jokowi singkat, Jumat (7/2/2014).
Ketiga wartawan asing ini masih tetap bertanya mengenai pencapresannya. Jokowi kembali memberikan jawaban yang sama seperti yang sering ia lontarkan pada wartawan.
"If you want to ask about politics, You ask our chair woman, ibu Mega," kata Jokowi.
Ia lalu ditanya oleh Jeffry Hutton tentang sosok pemimpin yang ia tangkap dari setiap blusukannya. Jeffry bertanya apakah sosok pemimpin yang diidamkan rakyat Indonesia adalah sosok yang 'berbeda' dari yang ada selama ini.
"Yes my feeling yes. When I talk to people, my feeling said yes," ungkap Jokowi dengan santai.
Setelah dicecar dengan pertanyaan pencapresan, Jokowi lebih banyak diam meski terus ditanya mengenai sistem perpolitikan di Jakarta.
Oleh Ben, wartawan dari Wallstreet Journal Jokowi ditanya mengenai jadwal kegiatannya yang belakangan sering kosong dalam agenda gubernur dalam situs resmi beritajakarta.go.id.
"For security," ungkapnya.
(bil/van)











































