"Saya berterima kasih kepada Aipda Wayan, Brigadir Taufan, Brigadir Najib, dan Brigadir Maryono anggota Buser Kepolisian Polsek Tanah Abang yang bergerak dengan cepat dan tepat dalam kurun waktu 30 menit berhasil menemukan HP saya dengan bantuan teknologi canggih," kata Kausar dalam surat elektroniknya yang dikirimkan ke redaksi@detik.com, Jumat (7/2/2014).
Kausar bercerita, pada Kamis (6/2) siang dia mampir ke sebuah minimarket di kawasan Bendungan Hilir. Di sana dia sempat duduk untuk mencicipi makanan dan minuman. Saat itu iPhone miliknya ditaruh di meja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena buru-buru dia segera pergi dari minimarket itu dan lupa bahwa iPhone miliknya tertinggal. Dia baru sadar ketika sudah sampai di kawasan Sudirman.
"Saya coba kontak HP saya nggak ada yang angkat. Akhirnya saya kembali ke minimarket itu, meja saya sudah diisi orang lain dan mereka nggak tahu soal HP yang tertinggal," terangnya.
Kausar kemudian menyalakan Apple ID di iPod-nya, dan terlacak iPhone miliknya ada di tempat lain di daerah Karet.
"Kemudian saya ke Polsek Tanah Abang meminta bantuan," terang dia.
Setelah itu kepolisian yang menangani kasus ini. Tim Buser Polsek Tanah Abang bergerak cepat, mereka melacak keberadaan HP milik Kausar.
"Akhirnya ditemukan di sebuah tempat di kawasan Karet dan dipegang dua orang pemuda yakni Yudi dan Mansyur. Keduanya dari Sukabumi dan biasa melakukan jual beli barang bekas," urai Kausar.
Yang membuat kagum, 4 anggota Buser itu tak meminta imbalan apapun dalam memberikan bantuan. Saat diberikan pun mereka tak mau.
"Kedua pelaku itu segera digiring ke Polsek Tanah Abang. Saya juga nggak mau memperpanjang persoalan ini, karena kedua orang pemuda itu orang kecil," ungkap dia.
Pihak kepolisian kemudian meminta Kausar menandatangani surat pernyataan di atas materai tak akan mempidanakan pemuda itu.
"Saya sangat salut dengan kerja tim buser itu. Saya percaya dan yakin penerus Jenderal Hoegeng Masih ada di tubuh Polri dan saya semakin optimis bahwa penegakan hukum Polri mendapat tempat di hati masyarakat," terang pria jebolan Universitas Brawijaya ini.
(/)










































