Korban diketahui bernama Zethian Papa alias Tomi (27). Dia dikeroyok oleh puluhan orang tak dikenal. Usut punya usut, ternyata korban tewas setelah hendak menolong kakaknya yang terlebih dahulu dikeroyok oleh kelompok misterius tersebut.
"Kejadiannya itu tengah malam tadi, waktu itu korban masih tidur di sini," ujar Reza penjaga warung di bawah rel stasiun Gunung Antang, Jumat (7/2/2013).
Awalnya, kakak Tomi yang bernama Nicholas dipukuli oleh kelompok tersebut di rel. Lalu Tomi pun hendak melerainya.
"Kakaknya sebelumnya naik ke atas, kayanya juga dipukuli sama orang-orang itu, nah Tomi ngeliat kakaknya dipukuli langsung nolongin, niatnya mau ngelerai eh malah dia yang dihajar," imbuhnya.
Nahas bagi Tomi, ia mengalami luka sabetan benda tajam di seluruh tubuhnya. Selain itu jari kaki juga tidak berbentuk lagi diduga pelaku juga memotong jari-jari kaki korban.
"Mata kirinya ilang, tangan dan kaki juga kena sabet parang, sebelumnya korban masih sempat bernafas tapi oleh pelaku tubuh korban dilempar dari atas rel kereta," ungkapnya.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Jatinegara Akp Ambarita mengatakan kasus penganiayaan tersebut terdapat dua laporan. Salah satu laporan diambil oleh Polres Jaktim.
"Kita tangani kasus yang Nicholas, sedangkan yang pembunuhan diselidiki polres," ujar Ambarita singkat.
(edo/mad)











































