"Ini contoh manajemen yang awut-awutan. Dia namanya Metro Mini, companynya di mana. PT-nya bertanggungjawab di mana," ujar Pristono di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2014).
Pristono menilai pihak manajemen Metro Mini seakan lepas tangan terhadap pengelolaan armadanya. Sistem pengelolaan yang selama ini dilakukan secara perorangan, menurut Pristono, adalah kesalahan besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Garasinya di mana? Di garasinya masing-masing rumah. Siapa yang kontrol sopirnya. Siapa yang kontrol mobilnya?" tutur Pristono.
Dia mengaku telah berulang kali mengingatkan Metro Mini untuk segera memperbaiki manajemen. "Sekarang yang ditangkapi Metro Mini ada puluhan. Ada dua aliran Metro Mini, aliran tobat yang mobilnya diperbaiki. Ada yang sesat, memalsukan dokumen," ulasnya.
(/tor)











































