Tokoh Golkar Kumpulkan DPD II

Tokoh Golkar Kumpulkan DPD II

- detikNews
Kamis, 02 Des 2004 17:09 WIB
Jakarta - Berbagai manuver menjelang Munas Golkar terus dilakukan. Sejumlah tokoh Golkar mengumpulkan DPD Tingkat II di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Kamis (2/12/2004).Pertemuan dihadiri 26 dari 416 DPD tingkat II Golkar, antara lain dari Balikpapan, Tasikmalaya, Klaten, Bogor, Palembang, Cirebon, Sukabumi dan Karawang.Sesepuh Golkar yang tampak hadir, para mantan menteri orba, antara lain Sulasikin Moorpratomo, Moediono, Azwar Anas, Muladi, Ketua Umum SOKSI Oetojo Oesman.Selain itu, pertemuan kali ini tampak dihadiri anggota Forum Pembaruan Partai Golkar seperti Anton Lesiangi, Abu Hasan Sajili dan Burhanuddin Napitupulu.Dalam pertemuan, Oetojo menyatakan, gerakan ini dilakukan agar DPD II menjadi peserta dalam Munas VII partai Golkar mendatang. "Di lapangan kita akan terus berusaha agar DPD II memiliki hak suara. Selain itu, dalam persidangan Munas mendatang, kita sudah menyiapkan tim," kata Oetojo. "Kita menargetkan untuk mengubah tatib karena juklak yang diberikan DPP harus diubah dan perjuangan ini harus serta merta berlaku tidak untuk 2009," lanjutnya.Oetojo mengimbau agar DPD II segera membuat petisi resmi mengenai keterlibatannya dalam Munas. "DPD II harus membuat pernyataan tertulis untuk minta menjadi peserta. Syukur-syukur kalau mengajak daerah lain karena nanti khawatir gerakan ini dibilang rekayasa dari pusat," imbaunya.IntervensiPemerintah diminta melakukan intervensi dalam pelaksanaan Munas Golkar pada Desember mendatang dengan menyebut nama calon ketua umum Golkar yang diinginkan."Kekuasaan harus ikut campur dalam pemilihan ketua umum. SBY dan JK harus intervensi dengan mengatakan bahwa pemerintah ingin calon A," kata anggota Forum Pembaruan Partai Golkar, Anton Lesiangi. Forum Pembaruan Partai Golkar saat Pilpres 2004 menentang keputusan DPP Partai Golkar yang mendukung duet Mega-Hasyim. FPPG memilih mendukung pasangan SBY-JK. Karena dianggap membelot, anggota Golkar yang tergabung dalam forum ini dipecat. (aan/)


Berita Terkait