"Tak sampai Rp 100 juta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di depan kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2014).
Ketika ditanyai berapa nominal uang tersebut, Rikwanto tak bisa memastikan. Namun Rikwanto memberi gambaran.
"Yang paling besar kan konsumsi. Satu konsumsi Rp 35 ribu," katanya.
Jumlah personel yang mengikuti simulasi Pra 'Mantap Brata' ini sekitar 1.300 anggota polisi. Mereka terbagi menjadi pasukan pengamanan dan peran demonstran.
Simulasi kerusuhan yang berlangsung sekitar satu jam ini dilakukan menggunakan dua mobil water canon, mobil baracuda, bom cord berdaya ledak rendah, serta properti demo seperti bungkusan plastik berisi air dan pelepah pisang yang dilemparkan pendemo ke arah polisi. Sekitar 10 anjing polisi K-9 juga nampak diberdayakan menyalak ke arah pendemo.
"Kita apresiasi upaya kepolisian dalam mengantisipasi kerusuhan Pemilu 2014. Kita harap tidak terjadi kerusuhan di Pemilu 2014. Upaya preventif memberikan rasa aman," kata Ketua Bawaslu, Muhammad, di lokasi yang sama.
(dnu/aan)











































