Rumah Pendeta Dibobol Maling di Manado, Uang Rp 70 Juta Raib

Rumah Pendeta Dibobol Maling di Manado, Uang Rp 70 Juta Raib

- detikNews
Jumat, 07 Feb 2014 00:44 WIB
Rumah Pendeta Dibobol Maling di Manado, Uang Rp 70 Juta Raib
Ilustrasi
Manado - Rumah seorang pendeta di Kelurahan Teling Atas Lingkungan VI Kecamatan Wanea Manado dibobol, Kamis 6 Februari. Maling tersebut berhasil membawa kabur uang Rp 70 juta dan sejumlah barang elektronik.

Menurut Pdt Raranta-Poluan, saat kejadian rumahnya dalam keadaan kosong. Istrinya yang seorang kepala sekolah sekaligus tenaga pengajar di Universitas Klabat Airmadidi Minahasa Utara, harus diantarnya setiap pagi.

"Jam 6 pagi sudah harus berangkat mengantarnya, lalu saya ke gereja. Sorenya jemput istri dan anak lalu pulang," kata Raranta kepada detikcom saat membuat laporan di Mapolresta Manado, malam tadi.

Memang, katanya, masih ada keponakannya yang tinggal bersama, namun dia pun harus keluar pagi dan pulang malam karena sedang kuliah. Keponakannya itu yang memberitahukan kalau rumah sudah dibobol maling.

Kala itu, keponakannya pulang terlebih dahulu sekitar pukul 19.00 WITA. Namun dia dikejutkan dengan kondisi ruangan yang berantakan. Saat diperiksanya, jendela samping yang berterali dan pintu kamar sudah rusak dengan bekas congkel benda keras.

"Dia telpon bilang rumah berantakan, sepertinya baru dimasuki maling," kata Raranta.

Raranta mengatakan pelaku membawa kabur uang sekitar Rp 70 juta yang diletakkan di bawah kasur kamarnya, 2 buah handphone Samsung S-4, kamera Sony yang dibeli di Amerika Serikat serta laptop.

"Uang istri saya di dalam tas yang diletakkan di atas lemari sekitar Rp 1 jutaan juga diembat. Padahal, rencananya uang itu baru akan dimasukkan ke bank," paparnya.

Kasubag Humas Polresta Manado AKP Johny Kolondam membenarkan adanya laporan tersebut dan sedang dalam penanganan.

"Kami sudah menurunkan untuk melakukan identifikasi di rumah korban," terangnya.

Kolondam menambahkan pengembangan dan penyelidikan juga dilakukan untuk mengungkap pelaku pencurian tersebut dengan memintai keterangan tetangga dan warga sekitar.

"Kami berharap ada titik terang agar pelaku cepat tertangkap dan diadili,” ungkap mantan Kapolsek Likupang Minahasa Utara ini.

(rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads