Sopir itu bernama Silitonga (41). Ia mengenakan kemeja abu-abu dan celana krem, topi bertuliskan 'KOPLOK' tampak bertengger di kepalanya. Usai diamuk massa ia hanya meringkuk di dalam busnya.
Silitonga sempat menyebut penyebab busnya menabrak 8 motor karena rem blong. Tapi setelah didesak akibat bau alkohol dari mulutnya, ia akhirnya mengaku mabuk anggur saat menyetir.
"Saya minum segelas anggur," kata Silitonga, di lokasi, Warung Buncit, Jaksel, Kamis (6/2/2014).
Nasib Silitonga masih lebih baik dibanding sang kenek bernama Siringo-ringo. Pria berkaos putih dan celana jeans biru itu sempat melarikan diri ke seberang jalan usai busnya menabrak 8 motor.
Saat itulah ia menjadi bulan-bulanan warga hingga akhirnya ia dibawa kembali ke dalam busnya. Di dalam bus tampak baju putihnya penuh darah dari wajahnya. Ia juga sempat menelepon seseorang dari dalam bus, entah siapa.
Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Metro mini yang berangkat dari Blok M itu meluncur ugal-ugalan dan menabrak sedikitnya 8 motor di sekitar halte Pejaten Village. Sopir, kenek beserta busnya diamankan ke Polres Jakarta Selatan.
(bal/rmd)











































