Penurunan Kadar Oksigen Penyebab Kematian Ikan di Ancol

Penurunan Kadar Oksigen Penyebab Kematian Ikan di Ancol

- detikNews
Kamis, 02 Des 2004 15:56 WIB
Jakarta - Sekitar 2 ton ikan di Pantai Festival dan Pantai Marina Ancol ditemukan dalam keadaan mati oleh warga sekitar, 30 November lalu. Penyebab karena penurunan oksigen dan bukan keracunan. Demikian disampaikan Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Kosasih Wirahadikusuma dalam konpers di Balaikota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (2/12/2004). "Hal ini disebabkan oleh penurunan oksigen terlarut kurang lebih 1 mg per liter akibat terjadinya pengadukan masa air yang terindikasi oleh tingginya nilai turbiditas (perputaran air)," ujarnya. Kosasih mengimbau agar warga tidak khawatir untuk mengkonsumsi ikan yang berasal dari perairan Ancol. "Sampai hari ini, belum ada laporan efek samping dari orang yang mengkonsumsi ikan," katanya.Sekadar diketahui, Sekitar 2 ton ikan ditemukan warga dalam keadaan mati di sepanjang Pantai Ancol. Jenis ikan yang mati itu adalah Ikan Cunang, Kerapu, Baronang, Pari, Sembilang, Kakap, Rajungan dan lain-lain. Ikan-ikan itu merupakan jenis ikan laut dan payau yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pada 1 Desember 2004 pagi, tim gabungan melakukan survei dan pengambilan sampel di lokasi dengan radius sampai 2 km dari garis pantai. Tim gabungan terdiri dari Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Kelautan (PKSDPK) ITB, Direktorat Teknik Lingkungan BPPT dan Pusat Penelitian Oceanografi LIPI. Hasil penelitian menyebutkan kematian ikan disebabkan fenomena alam. Keadaan pantai sudah bersih dari bangkai ikan karena petugas PT Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) telah membersihkannya kemarin sore. Sebelumnya kematian ikan secara massal di tempat yang sama pernah terjadi Mei 2004. Setelah dilakukan penelitian, penyebabnya fenomena alam. (rif/)


Berita Terkait