Ba'asyir Tak Terlibat Bom Marriott

Ba'asyir Tak Terlibat Bom Marriott

- detikNews
Kamis, 02 Des 2004 16:00 WIB
Jakarta - Peledakan bom di Hotel JW Marriott terinspirasi fatwa Osama bin Laden dan bukan atas perintah Abu Bakar Ba'asyir.Hal ini disampaikan Ismail, pelaku utama peledakan bom JW Marriott dalam kesaksiannnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Soedarto dalam sidang yang digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan di Aula Departemen Pertanian, Jalan Ragunan, Jakarta, Kamis (2/12/2004).Ismail menjelaskan peledakan bom di Hotel JW Marriott operasionalnya dilakukan lima orang, yakni Dr Azahari, Noordin M Top, Tohir, Asmar Latin Sani dan dirinya."Pengeboman tersebut terinspirasi fatwa Osama bin Laden yang menyatakan orang AS dan sekutunya harus diperangi. Fatwa didapatkan dari Noordin M Top," kata Ismail.Ismail menyesal, banyaknya korban peledakan dari warga muslim dan bukan dari warga AS di Indonesia.Lokasi ledakan, kata dia, ditentukan oleh Noordin M Top. "Saya sebelum peledakan sempat melakukan survei. Hotel JW Marriott jadi sasaran karena keamanannya mudah ditembus," ujar Ismail yang mengaku tidak pernah menjadi anggota Jamaah Islamiyah (JI) ini.Ismail mengaku dirinya merakit bom tersebut di Lampung bersama Azahari dan dibantu Tohir. Kemudian, bom dibawa ke Jakarta dengan mengendarai mobil kijang dan diserahkan kepada Asmar Latin Sani.Ismail mengaku sempat menyaksikan peledakan bom bersama Azahari sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. Sebelum meledakkan bom, Asmar sempat menjalankan salat lebih dulu. Bersama dengan Azahari, dirinya menuju Bandung menyusul Tohir dan Noordin M Top yang berada di sana sambil membawa sisa bahan peledak.Lebih lanjut, Ismail mengaku pernah bertemu Ba'asyir 1995 di Ponpes Lukmanul Hakim di Johor, Malaysia. Ponpes dipimpin Muklas dan Noordin M Top. Dia bertemu Ba'asyir saat memberikan ceramah.Ketika ditanya hakim apakah bom Marriott terinspirasi Ba'asyir?Ismail membantahnya."Tidak," jawab Ismail.Apa ada fasilitas dan dana dari Ba'asyir?"Tidak," ujarnya.Apakah ada perintah dari Ba'asyir?"Tidak ada," kata Ismail.Menanggapi kesaksian Ismail, Ba'asyir mengaku tidak tahu menahu peledakan di Hotel JW Marriott. Namun, Ba'asyir mengakui dirinya pernah memberikan ceramah di Ponpes Lukmanul Hakim di Malaysia.Saat ini sidang dilanjutkan dengan memeriksa saksi terakhir, yaitu Tohir yang juga pelaku utama bom JW Marriott. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads