"Dalam temuan kami, kami menemukan banyak selongsong buatan Pindad. Pindad itu kan bukan hanya kita yang pakai. Itu diekspor juga ke beberapa negara. Mana mungkin kan TNI kita menembaki Polisi kita sendiri?" ujar Yorys di komplek DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2014).
Menurut Yorys, produk buatan Pindad juga diekspor ke Kolombia, Afrika, Thailand, dan Filipina. Dia menduga ada tentara bayaran yang berasal dari negara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaan menguat setelah melihat pola peristiwa penembakan yang kerap muncul. Yorys mencurigai penyebab amunisi para 'tentara bayaran' ini yang tak kunjung habis.
"Semisal peristiwa di kampung saya di Yapen itu. Di situ cuma bisa dilewati pesawat kecil. Bagaimana bisa amunisi masuk ke situ?" ucap Yorys.
Yorys menuturkan bahwa DPR telah menginvestigasi permasalahan Papua ini memasuki tahun ketiga. Dia berharap akan segera selesai.
(bag/ndr)











































