Kopilot Lion Air Akan Dibawa ke Jakarta
Kamis, 02 Des 2004 15:32 WIB
Solo - Kopilot pesawat Lion Air jenis MD-82 yang mengalami kecelakaan di Bandara Adi Sumarmo Solo, Selasa (30/11/2004) lalu, Steven Lias Dek akan dibawa ke Jakarta untuk perawatan lebih lanjut. Steven, warga negara Belanda tersebut, sampai saat ini masih dirawat di ICU RS Kasih Ibu Solo, karena luka yang dideritanya cukup serius. Demikian diungkapkan pihak RS Kasih Ibu, dokter Umar Basyah kepada wartawan di RS Kasih Ibu Jalan Slamet Riyadi Solo, Kamis (2/12/2004). Steven sempat akan diterbangkan ke Singapura untuk dirawat. Namun karena ada luka yang belum ditangani, sehingga akan dialihkan ke sebuah rumah sakit di Jakarta."Memang ada rencana dibawa ke Singapura, namun tak jadi karena harus menunggu waktu. Ada luka yang belum tertangani sehingga harus dibawa ke Jakarta," kata Umar Basyah.Sampai hari ini kondisi pasien korban kecelakaan sebagian besar masih dirawat di RS. Dari 9 orang yang opname, satu orang diperbolehkan pulang, yaitu Endita Sastrawan (2,5 tahun) asal Sragen. Selain itu, menurut Umar, hari ini ada satu orang menjalani operasi, 8 orang opname dan 7 orang rawat jalan. "20 persen dari korban kecelakaan yang dirawat mengalami luka patah tulang dan luka terbuka," tambahnya. Berikut nama-nama korban yang masih dirawat di RS Kasih Ibu, Jalan Slamet Riyadi, Solo:.Endang Kartisari (27 tahun) asal SragenYunita (18 tahun) asal SragenDewanta (28 tahun) asal SragenRiska Rahmayani (22 tahun) asal SidoarjoLaura (18 tahun) pramugari asal Tamasari Jakarta Barat.Wahyono (20 tahun) BoyolaliBambang Margono (53 tahun) SidoarjoSteven Lies Dek Kopilot (36 tahun) Belanda
(jon/)











































